5 Perbedaan Proteksi Petir Eksternal dan Internal yang Perlu Diketahui
Petir merupakan fenomena alam yang membawa energi listrik sangat besar, dengan tegangan mencapai jutaan volt dan arus puluhan ribu ampere. Data dari berbagai lembaga meteorologi menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan kepadatan sambaran petir tinggi, terutama di wilayah tropis dengan curah hujan besar. Kondisi ini membuat sistem proteksi petir menjadi kebutuhan penting, bukan hanya untuk bangunan industri, tetapi juga rumah tinggal, gedung perkantoran, fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur publik.
Dalam praktiknya, sistem proteksi petir terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu proteksi petir eksternal dan proteksi petir internal. Memahami perbedaan proteksi petir eksternal dan internal sangat penting agar perlindungan yang diterapkan tidak setengah-setengah dan benar-benar efektif dalam mengurangi risiko kerusakan maupun bahaya keselamatan.
Sekilas tentang Proteksi Petir Eksternal dan Internal
Secara umum, proteksi petir eksternal berfungsi untuk mengendalikan sambaran petir langsung, sedangkan proteksi petir internal bertujuan untuk mengamankan instalasi listrik dan peralatan elektronik dari lonjakan tegangan akibat sambaran tidak langsung. Keduanya saling melengkapi dan tidak bisa berdiri sendiri.
Berdasarkan standar internasional seperti IEC 62305 dan NFPA 780, sistem proteksi petir yang efektif harus mempertimbangkan kedua aspek tersebut secara terpadu. Inilah alasan mengapa pembahasan mengenai perbedaan proteksi petir eksternal dan internal semakin banyak dicari oleh masyarakat umum.
1. Perbedaan dari Fungsi Utama Perlindungan
Perbedaan pertama yang paling mendasar terletak pada fungsi utamanya.
Proteksi petir eksternal berfungsi untuk:
-
Menangkap sambaran petir langsung
-
Menyalurkan arus petir ke tanah
-
Mencegah kerusakan struktur bangunan dan kebakaran
Sementara itu, proteksi petir internal berfungsi untuk:
-
Membatasi lonjakan tegangan (surge)
-
Melindungi peralatan elektronik sensitif
-
Menjaga stabilitas sistem kelistrikan di dalam bangunan
Dari sini terlihat jelas bahwa perbedaan proteksi petir eksternal dan internal bukan hanya soal lokasi pemasangan, tetapi juga tujuan perlindungan yang berbeda.
2. Perbedaan dari Komponen yang Digunakan
Perbedaan berikutnya dapat dilihat dari komponen utama yang menyusun masing-masing sistem.
Komponen Proteksi Petir Eksternal
-
Air terminal atau kepala penangkal petir
-
Konduktor penyalur (down conductor)
-
Sistem grounding atau pembumian
Komponen ini dirancang untuk menyalurkan arus petir yang sangat besar, yang berdasarkan data teknis dapat mencapai 30.000–200.000 ampere dalam satu sambaran.
Komponen Proteksi Petir Internal
-
Surge Protective Device (SPD)
-
Arrester
-
Bonding dan equipotential grounding
SPD bekerja dengan meredam lonjakan tegangan yang umumnya berada pada kisaran ribuan volt, jauh lebih kecil dibanding sambaran langsung, namun tetap berbahaya bagi perangkat elektronik modern.
Di sinilah perbedaan proteksi petir eksternal dan internal terlihat dari karakteristik komponen dan kapasitas kerjanya.
3. Perbedaan dari Jenis Ancaman yang Ditangani
Proteksi petir eksternal dan internal juga berbeda dari jenis ancaman yang ditangani.
Proteksi petir eksternal menangani:
-
Sambaran petir langsung ke bangunan
-
Arus petir yang dapat memicu percikan api
-
Kerusakan fisik pada struktur bangunan
Proteksi petir internal menangani:
-
Sambaran petir tidak langsung
-
Induksi elektromagnetik
-
Lonjakan tegangan dari jaringan listrik atau komunikasi
Berdasarkan studi kerusakan elektronik, lebih dari 70% kerusakan peralatan listrik akibat petir disebabkan oleh lonjakan tegangan, bukan sambaran langsung. Fakta ini mempertegas pentingnya memahami perbedaan proteksi petir eksternal dan internal secara menyeluruh.
4. Perbedaan dari Lokasi dan Cara Pemasangan
Dari sisi pemasangan, terdapat perbedaan yang cukup signifikan.
Proteksi petir eksternal dipasang:
-
Di bagian luar bangunan
-
Pada titik tertinggi seperti atap atau menara
-
Dengan jalur penyalur menuju tanah
Proteksi petir internal dipasang:
-
Di dalam panel listrik
-
Pada jalur distribusi daya dan data
-
Dekat dengan peralatan yang dilindungi
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap pemasangan penangkal petir di atap sudah cukup, tanpa melengkapi proteksi internal. Padahal, tanpa proteksi internal, lonjakan tegangan tetap dapat merusak perangkat di dalam bangunan. Inilah salah satu contoh nyata pentingnya memahami perbedaan proteksi petir eksternal dan internal.
5. Perbedaan dari Dampak Jika Tidak Dipasang
Perbedaan terakhir terlihat dari konsekuensi risiko apabila salah satu sistem tidak diterapkan.
Tanpa proteksi petir eksternal:
-
Risiko kebakaran meningkat
-
Struktur bangunan dapat rusak
-
Keselamatan penghuni terancam
Tanpa proteksi petir internal:
-
Peralatan elektronik cepat rusak
-
Sistem kontrol dan komunikasi terganggu
-
Kerugian finansial akibat downtime operasional
Data industri menunjukkan bahwa kerugian akibat kerusakan elektronik sering kali lebih besar dibanding kerusakan fisik bangunan. Oleh karena itu, memahami perbedaan proteksi petir eksternal dan internal menjadi langkah awal untuk menyusun sistem proteksi yang seimbang dan efektif.
Mengapa Keduanya Harus Digunakan Bersamaan?
Proteksi petir eksternal dan internal bukanlah pilihan salah satu, melainkan satu kesatuan sistem. Proteksi eksternal berfungsi sebagai garis pertahanan pertama, sementara proteksi internal menjadi lapisan perlindungan lanjutan. Tanpa salah satunya, sistem proteksi petir tidak akan bekerja secara optimal.
Standar internasional dan praktik terbaik di lapangan selalu merekomendasikan penggunaan keduanya secara terintegrasi, terutama untuk bangunan dengan nilai aset tinggi dan aktivitas elektronik yang kompleks.
Memahami perbedaan proteksi petir eksternal dan internal sangat penting agar sistem perlindungan tidak hanya terlihat lengkap, tetapi benar-benar berfungsi sesuai tujuannya. Perbedaan fungsi, komponen, jenis ancaman, cara pemasangan, hingga dampak risikonya menunjukkan bahwa kedua sistem ini memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi.
Dengan meningkatnya intensitas petir dan ketergantungan manusia pada perangkat elektronik, penerapan proteksi petir yang menyeluruh bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Q&A Seputar Perbedaan Proteksi Petir Internal dan Eksternal
Q: Apakah proteksi petir eksternal saja sudah cukup?
A: Tidak. Proteksi petir eksternal hanya melindungi dari sambaran langsung, sementara lonjakan tegangan tetap bisa merusak perangkat di dalam bangunan tanpa proteksi internal.
Q: Mengapa proteksi internal tetap diperlukan meski ada eksternal?
A: Karena mencegah efek induksi elektromagnetik (LEMP) yang bisa rusak peralatan elektronik.
Q: Apa fungsi utama proteksi petir internal?
A: Proteksi petir internal berfungsi membatasi lonjakan tegangan agar tidak merusak peralatan listrik dan elektronik.
Q: Mengapa grounding penting pada kedua sistem?
A: Grounding menjadi jalur pembuangan energi ke tanah. Tanpa grounding yang baik, baik proteksi petir eksternal maupun internal tidak akan bekerja optimal.
Q: Apakah rumah tinggal perlu proteksi petir internal?
A: Ya. Rumah modern memiliki banyak perangkat elektronik sensitif yang rentan terhadap lonjakan tegangan akibat petir.
Q: Bagaimana cara memastikan sistem proteksi petir bekerja efektif?
A: Dengan perencanaan risiko yang tepat, pemasangan sesuai standar, serta inspeksi dan pengujian berkala.
Q: Apakah rumah tinggal biasa wajib memiliki kedua sistem ini?
A: Sangat disarankan, terutama jika rumah berada di area terbuka atau memiliki banyak perangkat elektronik mahal.
Minimal, pemasangan SPD (proteksi internal) di panel listrik utama sangat membantu mencegah kerusakan akibat petir yang menyambar jaringan PLN.
Q: Apakah kabel grounding untuk sistem eksternal dan internal boleh digabung?
A: Berdasarkan standar terbaru, sistem pembumian harus diikat secara bersama (Equipotential Bonding) untuk mencegah perbedaan potensial tanah yang berbahaya, namun jalur kabel ke bawahnya tetap harus dirancang secara sistematis agar tidak terjadi arus balik.
Q: Bagaimana cara memelihara sistem proteksi?
A: Inspeksi tahunan untuk eksternal (kontinuitas, grounding), ganti SPD untuk internal.
Ingin tahu info tentang perbedaan proteksi petir eksternal dan internal atau info penyalur petir lainnya?
Simak terus artikel terbaru dari www.pasangantipetir.id
Untuk info lebih lanjut mengenai produk maupun jasa pemasangan anti petir, konsultasikan kepada Tim Ahli Kami di 0858-9291-7794


