Apa yang Terjadi Jika Arrester Disambar Petir?

Banyak orang masih bertanya-tanya, apa yang terjadi jika arrester disambar petir? Apakah sistem ini akan rusak? Apakah bangunan tetap aman? Dan bagaimana dampaknya terhadap peralatan elektronik?
Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut secara mendalam, teknis, dan edukatif. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk memasang sistem proteksi petir, memahami reaksi arrester saat disambar adalah kunci utama untuk menentukan kualitas sistem proteksi Anda.
Apa Itu Arrester dan Fungsinya?
Sebelum membahas lebih jauh apa yang terjadi jika arrester disambar petir, penting untuk memahami apa itu arrester.
Arrester, atau lebih dikenal sebagai penangkal petir, adalah perangkat yang dirancang untuk menangkap dan menyalurkan sambaran petir langsung ke sistem grounding agar tidak merusak struktur bangunan atau peralatan di dalamnya. Arrester terbagi dalam dua jenis utama:
-
Arrester Eksternal (Lightning Rod) – dipasang di luar bangunan, menangkap petir secara langsung.
-
Surge Arrester / SPD (Surge Protective Device) – melindungi sistem kelistrikan internal dari lonjakan arus.
Apa yang Terjadi Jika Arrester Disambar Petir?
Sekarang, mari kita bahas poin utama: apa yang terjadi jika arrester disambar petir?
Saat sambaran petir mengenai arrester, beberapa proses fisik dan teknis akan terjadi dalam hitungan mikrodetik. Inilah alurnya:
1. Sambaran Ditangkap Arrester
Arrester eksternal berfungsi seperti “pemikat” petir. Ia menangkap muatan listrik udara yang sangat besar—bisa mencapai 200.000 ampere atau lebih—dan mencegahnya mengenai bagian struktur bangunan yang lebih rentan.
2. Energi Dialirkan ke Grounding
Setelah ditangkap, arus petir diarahkan secara cepat melalui kabel konduktor ke sistem grounding. Tujuannya: membuang energi ke tanah secepat mungkin untuk menghindari lonjakan tegangan pada struktur bangunan.
Jika sistem grounding berkualitas baik (nilai tahanan tanah <5 Ohm sesuai SNI 03-7015-2004), maka tidak akan ada efek merusak pada sistem kelistrikan atau penghuni bangunan.
3. Lonjakan Arus Terbagi ke Sistem Listrik (Jika Tidak Ada SPD)
Tanpa Surge Protective Device (SPD), sebagian energi petir bisa “bocor” ke dalam instalasi listrik internal. Inilah penyebab utama kerusakan peralatan seperti komputer, AC, kulkas, bahkan sistem kontrol pabrik.
Jadi, apa yang terjadi jika arrester disambar petir dan tidak diimbangi SPD? Potensi kerusakan elektronik tetap sangat besar.
4. Komponen Arrester Bisa Mengalami Keausan
Walau arrester dirancang untuk menangani sambaran petir, sambaran berulang dalam intensitas tinggi bisa menyebabkan keausan. Untuk itu, arrester harus dicek dan diuji berkala, terutama setelah hujan lebat dengan sambaran petir.
Apakah Arrester Bisa Rusak Jika Disambar Petir?
Pertanyaan lanjutan dari apa yang terjadi jika arrester disambar petir adalah: apakah arrester bisa rusak?
Jawabannya: ya, tetapi tergantung spesifikasi dan kualitasnya.
-
Arrester murah dan tidak bersertifikasi bisa meleleh atau terbakar karena arus besar.
-
Arrester berkualitas tinggi biasanya dilengkapi fitur thermal disconnector yang memutus sistem jika terjadi kerusakan internal.
-
Surge Arrester kelas I dan II memiliki ambang batas tegangan dan kemampuan discharge yang sudah diuji oleh standar IEC 61643.
Jadi, kalau Anda bertanya apa yang terjadi jika arrester disambar petir berkali-kali? Kemungkinan besar ia tetap berfungsi jika perawatannya rutin dan spesifikasinya sesuai beban sambaran di wilayah tersebut.
Tanda-Tanda Arrester Perlu Diganti Setelah Disambar
Meskipun tidak selalu rusak, sambaran petir bisa menurunkan performa arrester. Perhatikan tanda-tanda berikut:
-
Perubahan warna pada kabel atau terminal (terbakar).
-
Indikator SPD menunjukkan status “FAIL”.
-
Nilai tahanan grounding naik (dapat diuji dengan earth tester).
-
Terjadi kerusakan perangkat elektronik meski sudah ada arrester.
Jika Anda mengalami salah satu hal di atas, segera evaluasi kondisi sistem Anda.
Bagaimana Mengetahui Arrester Anda Sudah Bekerja Optimal?
Untuk menjawab lengkap apa yang terjadi jika arrester disambar petir, penting juga mengetahui bagaimana mengonfirmasi bahwa arrester sudah menjalankan fungsinya. Anda bisa:
-
Melakukan uji resistansi tanah secara berkala (minimal 6 bulan sekali).
-
Memasang lightning counter atau penghitung sambaran petir pada sistem.
-
Melakukan thermal scan untuk melihat titik panas akibat sambaran sebelumnya.
-
Menggunakan SPD dengan indikator visual atau remote monitoring system.
Insight Baru: Arrester Tak Hanya Untuk Bangunan Tinggi
Seringkali muncul anggapan bahwa arrester hanya dibutuhkan untuk gedung pencakar langit. Ini keliru. Sambaran petir bisa terjadi di mana saja—termasuk:
-
Gudang logistik
-
Data center
-
Bangunan rumah 1 lantai
-
Tambak udang
-
Menara BTS
Jadi, jika pertanyaannya apa yang terjadi jika arrester disambar petir di rumah biasa? Jawabannya tetap sama: jika sistem grounding buruk atau tidak ada SPD, maka kerusakan tetap mungkin terjadi.
Apa yang terjadi jika arrester disambar petir? Singkatnya, arrester akan menyalurkan arus besar ke tanah untuk mencegah kerusakan bangunan dan sistem kelistrikan. Namun sistem hanya akan efektif jika:
-
Grounding memiliki resistansi rendah
-
Ada SPD untuk melindungi peralatan elektronik
-
Arrester dirawat dan diuji secara rutin
Proteksi petir bukan sekadar alat, tapi sistem terintegrasi. Mengabaikan salah satu komponennya bisa membuat seluruh sistem tidak efektif.
Sudahkah Arrester Anda Siap Hadapi Sambaran Petir?
Jika Anda ingin memastikan sistem penangkal petir di area Anda benar-benar siap menghadapi sambaran, atau ingin melakukan pengujian resistansi tanah dan pengecekan arrester, hubungi kami di 0858-9291-7794.
Lindungi aset, nyawa, dan operasional Anda hari ini—karena sambaran petir tidak pernah memilih waktu.

Ingin tahu info tentang apa yang terjadi jika arrester disambar petir maupun info penyalur petir lainnya?
Simak terus artikel terbaru dari www.pasangantipetir.id
Untuk info lebih lanjut mengenai produk maupun jasa pemasangan anti petir, konsultasikan kepada Tim Ahli Kami di 0858-9291-7794
