7 Risiko Data Center Tanpa Sistem Proteksi Petir yang Tepat dan Cara Mengatasinya
Data center merupakan tulang punggung infrastruktur digital modern, mulai dari layanan cloud, aplikasi perusahaan, hingga sistem transaksi finansial. Dengan beban operasional yang kritis, downtime pada data center dapat menyebabkan kerugian finansial besar, gangguan layanan, hingga hilangnya reputasi bisnis. Salah satu ancaman yang sering diremehkan adalah sambaran petir. Tanpa sistem proteksi petir yang dirancang dan dipasang dengan benar, data center menghadapi berbagai potensi masalah serius. Artikel ini membahas tujuh risiko utama yang muncul akibat ketidaktersediaan proteksi, disertai cara mengatasinya untuk memastikan keandalan infrastruktur.
1. Kerusakan Perangkat Elektronik Sensitif
Data center dipenuhi perangkat sensitif seperti server, switch, router, UPS, storage, dan peralatan kontrol lain yang rentan terhadap lonjakan tegangan. Sambaran petir, baik langsung maupun tidak langsung, dapat menghasilkan arus impuls sangat besar yang melampaui kemampuan isolasi perangkat. Salah satu risiko data center tanpa sistem proteksi petir yang paling umum adalah kerusakan permanen pada komponen, yang menyebabkan biaya penggantian tinggi.
Cara mengatasi:
Perangkat elektronik harus dilindungi dengan Surge Protective Device (SPD) tipe 1, 2, dan 3 yang dipasang berlapis sesuai standar IEC 62305. Sistem equipotential bonding juga wajib diterapkan agar semua peralatan berada dalam referensi tanah yang sama, sehingga lebih stabil terhadap lonjakan.
2. Downtime Operasional dan Gangguan Layanan
Downtime merupakan momok bagi operator data center. Tanpa proteksi petir, lonjakan tegangan dapat memicu kegagalan sistem listrik dan infrastruktur pendukung seperti pendingin, sistem monitoring, atau jaringan distribusi daya. Downtime dapat berlangsung dari hitungan menit hingga berjam-jam, bergantung pada tingkat kerusakan.
Cara mengatasi:
Investasi pada sistem penangkal petir eksternal (air termination system), tata letak grounding yang rendah resistansinya, serta SPD yang terintegrasi dapat meminimalkan potensi gangguan. Audit tahunan juga penting untuk memverifikasi performa sistem proteksi.
3. Kehilangan Data dan Korupsi File Kritis
Sambaran petir dapat mengakibatkan data corruption jika terjadi lonjakan pada jalur power atau jaringan yang terhubung ke perangkat penyimpanan. Hal ini sangat berbahaya karena korupsi data sering tidak langsung terdeteksi. Dalam beberapa kasus, cadangan data yang tidak terlindungi juga bisa ikut terpengaruh.
Cara mengatasi:
Gunakan UPS berkualitas tinggi yang dilengkapi filter dan SPD internal. Pastikan replikasi data dilakukan pada lokasi berbeda (offsite backup) yang memiliki sistem proteksi lengkap. Infrastruktur jaringan internal juga perlu dilindungi dengan SPD khusus untuk jalur data.
4. Risiko Kebakaran Akibat Lonjakan Arus Besar
Petir membawa energi sangat besar. Tanpa proteksi, lonjakan arus dapat menyebabkan percikan (arc flash), korsleting, dan pemanasan berlebih pada panel distribusi. Inilah salah satu risiko data center tanpa sistem proteksi petir yang paling mengancam karena dapat memicu kebakaran pada ruang server dan ruang panel listrik.
Cara mengatasi:
Selain SPD, wajib dipasang sistem grounding yang memenuhi standar dengan nilai resistansi di bawah batas yang direkomendasikan (1–5 ohm untuk data center). Pengecekan termal panel secara berkala dapat mendeteksi titik panas sebelum memicu insiden.
5. Gangguan pada Sistem Monitoring dan Kontrol
Data center menggunakan sistem kontrol otomatis untuk HVAC, sensor lingkungan, fire suppression, akses kontrol, hingga CCTV. Sambaran petir dapat mengganggu sinyal rendah yang digunakan sistem ini. Ketika sistem pemantauan gagal, operator bisa kehilangan visibilitas terhadap kondisi data center.
Cara mengatasi:
Proteksi jalur sinyal dan komunikasi harus diterapkan menggunakan SPD khusus low-voltage signal dan shielded cable. Sistem kontrol utama perlu diisolasi dengan grounding dedikasi untuk mengurangi noise dari eksternal.
6. Kerusakan Infrastruktur Telekomunikasi
Salah satu elemen paling rentan dalam data center adalah jaringan telekomunikasi yang terhubung ke dunia luar melalui kabel fiber, LAN, atau telekomunikasi konvensional. Lonjakan dapat masuk dari jalur luar menuju perangkat internal dan menyebabkan gangguan jaringan secara menyeluruh.
Cara mengatasi:
Gunakan SPD khusus untuk port data, telekomunikasi, dan fiber optic. Pastikan perangkat telekomunikasi yang menghubungkan lokasi antar data center terpasang lightning isolator yang sesuai standar IEEE.
7. Kerugian Finansial dan Reputasi Bisnis
Kerusakan infrastruktur, downtime, hilangnya data, dan perbaikan darurat dapat menyebabkan kerugian finansial besar. Dalam industri yang kompetitif, kegagalan layanan dapat menurunkan kepercayaan pelanggan dan merusak reputasi bisnis jangka panjang. Itulah mengapa memahami risiko data center tanpa sistem proteksi petir sangat penting bagi organisasi yang menangani data berskala besar.
Cara mengatasi:
Implementasikan sistem proteksi petir terintegrasi sesuai standar internasional, termasuk IEC 62305, NFPA 780, dan SNI 03-7015. Lakukan risk assessment berkala untuk memastikan desain proteksi selalu relevan dengan perkembangan infrastruktur.
Cara Membentuk Sistem Proteksi Petir yang Ideal untuk Data Center
Sistem proteksi petir yang baik untuk data center harus memenuhi komponen berikut:
-
Air Termination System (ATS) seperti finial, ESE, atau konduktor konvensional.
-
Down Conductor dengan jalur terpendek ke tanah dan rute yang minim belokan.
-
Grounding System yang independen, rendah resistansi, dan saling terhubung.
-
Surge Protective Device tipe 1–3 untuk panel utama hingga perangkat akhir.
-
Equipotential Bonding antara seluruh logam, pipa, rak server, dan panel.
-
Proteksi Jalur Data & Telekomunikasi.
-
Monitoring & Maintenance berkala untuk memastikan semua komponen tetap optimal.
Ketujuh elemen tersebut bekerja sebagai satu kesatuan untuk melindungi data center dari ancaman petir secara menyeluruh.
Q&A Terkait Artikel Tentang Risiko Data Center Tanpa Sistem Proteksi Petir yang Tepat
Q: Apa bahaya terbesar dari risiko data center tanpa sistem proteksi petir?
A: Bahaya terbesar meliputi kerusakan perangkat elektronik, downtime operasional, korupsi data, kebakaran, gangguan kontrol, dan hilangnya layanan kritis.
Q: Bagaimana cara melindungi data center dari lonjakan arus petir?
A: Perlindungan dilakukan dengan memasang SPD berlapis (tipe 1–3), sistem grounding berkualitas, air termination system, serta proteksi jalur data.
Q: Apakah grounding penting untuk keamanan data center?
A: Ya. Grounding dengan resistansi rendah memastikan arus petir disalurkan aman dan mencegah lonjakan merusak perangkat sensitif.
Q: Apakah proteksi petir eksternal saja sudah cukup?
A: Tidak. Proteksi internal berupa SPD dan bonding sama pentingnya untuk memastikan seluruh jalur listrik dan sinyal terlindungi.
Q: Seberapa sering sistem proteksi petir data center harus diperiksa?
A: Pemeriksaan dianjurkan minimal sekali per tahun, atau segera setelah terjadi sambaran petir signifikan di sekitar area data center.
Ingin tahu info tentang risiko data center tanpa sistem proteksi petir yang tepat maupun info penyalur petir lainnya?
Simak terus artikel terbaru dari www.pasangantipetir.id
Untuk info lebih lanjut mengenai produk maupun jasa pemasangan anti petir, konsultasikan kepada Tim Ahli Kami di 0858-9291-7794


